🐏 Aluamah Amarah Supiah Mutmainah
Samamacam ketupat, kalau dibuat dengan sambil lewa sehingga hilang satu bucu pasti orang tak nak makan. 4 bucu itu juga boleh diertikan dengan 4 jenis nafsu dalam tradisi jawa iaitu amarah, aluamah, supiah, dan mutmainah. Nafsu
Kiblatpapat lima pancer ini dapat juga diartikan sebagai 4 macam nafsu manusia dalam tradisi jawa: amarah, aluamah, supiah, dan mutmainah.Amarah adalah nafsu emosional, aluamah adalah nafsu untuk memuaskan rasa lapar, supiah adalah nafsu untuk memiliki sesuatu yang indah atau bagus, dan mutmainah adalah nafsu untuk memaksa diri. Keempat nafsu ini
350Followers, 291 Following, 34 Posts - See Instagram photos and videos from Aluamah Amarah Supiah Mudmainah (@asmoro_katon)
Kadang7 ( pitu ) metu saka marga hina, yaitu : aluamah, amarah, supiah, mutmainah, perbawa, pangaribawa, kumayan. Kadang 5 ( lima ) nora metu saka marga hina, yaitu : kekawah, ariari, marmarti, getih, tugelan puser. Oleh: petir saloka Aslmkm,semoga ketenangan selalu beserta saudaraku yang dicintai. Pertama-tama saya ingin ucapkn terimakaseh
kalodi cubit itu kerasa sakit itu rasa sing kasar , namun kalo untuk rasa sing halus kui mung cukup di angan angan fikiran kita sendiri dan ngerasa bisajgn sampai keisi karo roso 4 [aluamah - amarah - supiah - mutmainah] .
Nafsuyang melingkupi hati manusia itu ada empat yaitu: amarah, aluamah, supiyah, dan muthmainah. Manusia sesungguhnya adalah makhluk yang sempurna. Lebih sempurna dibanding makhluk yang lain. Namun manusia dalam dirinya diberi nafsu oleh Allah.
Jumat 28 Juni 2013. ADAB BERDZIKIR Untuk melaksanakan dzikir didalam thoriqoh ada tata krama yang harus diperhatikan, yakni adab berdzikir. Semua bentuk ibadah bila tidak menggunakan tata krama atau adab, maka akan sedikit sekali faedahnya. Dalam kitab Al Mafakhir Al-’Aliyah fil Ma-atsir Asy-Syadzaliyah disebutkan pada pasal Adabuddz-Dzikr
1nguripi mutmainah 2.nguripi amarah 3.nguripi supiah 4.nguripi aluamah 5.nguripi ayang-ayangan 6.nguripi wujud gleger. onko 17 = pitulas,tegese urip nguripi 7 prakoro: 1.nguripi wulu 2.nguripi kulit 3.nguripi daging 4.nguripi balung 5. nguripi sungsum 6. nguripi otot 7. nguripi getih. ongko 18 = wolu las,tegese urip iku nguripi wali 8 kajobo
Aluamahtugasnya berkeinginan makan dan tidur kerjasama dengan jiwa kegelapan. 2. Supiah tugasnya berkeinginan mencari kepuasan kerjasama dengan jiwa kegelapan. 3. Amarah tugasnya berkeinginan angkara murka kerjasama dengan jiwa kegelapan. 4. Mutmainah tugasnya berkeinginan ketuhanan bersama malaikat & jiwa-jiwa suci. Selalu berkomunikasi
. Uploaded byChusnadi 0% found this document useful 0 votes819 views1 pageDescriptionjatidiriCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes819 views1 pageAluamah, Supiyah, Amarah Dan MutmainahUploaded byChusnadi DescriptionjatidiriFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Home Documents Aluamah, Supiyah, Amarah Dan Mutmainah Match case Limit results 1 per page ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAH ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAH makna dan kekuatan bathin %2C+AMARAH+dan+MUTMAINAH+makna+dan+kekuatan+bathin&hl=en- ID&gbv=2&spell=1&oq=ALUAMAH%2C+SUPIYAH %2C+AMARAH+dan+MUTMAINAH+makna+dan+kekuatan+bathin&gs_l=heirloom- Author chusnadi View 229 Download 17 Embed Size px DESCRIPTION jatidiri Text of Aluamah, Supiyah, Amarah Dan Mutmainah ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAH ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAH makna dan kekuatan bathin
Ke empat yang disebut dalam judul posting ini adalah unsur-unsur lahiriah yang membentuk kejadian manusia Adam. Ke empat unsur itu adalah Tanah lambang dari Nafsu Muthmainah, Angin lambang dari Nafsu Lawwamah, Api lambang dari Nafsu Amarah, Air lambang dari Nafsu Sufiyah.Konsep pelajaran tentang empat unsur pembentuk kejadian Manusia ini, dalam Islam pun sebetulnya setiap hari sudah dipraktekkan secara ritual lahiriah setiap Muslim pada saat ia sedang Shalat maaf kalau aku meminjam dari konsep Islam.Cobalah perhatikan apabila seorang Muslim sedang melalukan Ritual akan melakukan upacara gerak lahiriah yang terdiri dari empat adegandan dilakukan secara periodik yang di dalam Islam disebut Raka'at. Satu raka'atselalu dilakukan empat model Sikap-Sikap Tubuh yang kalau disimak lagi miripdengan keadaan huruf Arab, contohnya 1. Amarah = Alif = Tubuh Yang Berdiri,2. Lawamah/Aluwamah= Lam = Tubuh Yang Ruku,3. Sufiyah/Supiyah = Mim = Tubuh Yang Sujud,4. Muthmainah = Dal = Tubuh Yang Duduk/ untuk mudahnya cobalah kita simak adegan shalat dalam Islam - Saat Berdiri = Alif Ajarannya ".... Jagalah Dirimu dari Yang Berdiri di dalam dirimu. Apakah Yang Berdiri di dalam diri kita? Nafsu Amarah yang dilambangkan seperti simak Api, unsur yang satu ini selalu inginnya mengarah Ke atas tidak pernah mau ke bawah. Biar pun seorang Tukang Las mengarahkan ujung alat Lasnya ke bawah, pastilah ujungnya akan mengarah ke dan pelajaran apa yang dapat kita petik di sini? Yakni bahwa di dalam diri kita ada nafsu Amarah yang sifat dasarnya selalu ingin "ke atas" saja. Tentu saja sifat ini ada positif dan negatifnya. Positifnya ia tidak pernah mau tunduk kepada siapa pun termasuk Iblis, ia hanya tunduk kepada Allah Yang Maha Kuasa. Negatifnya ia menjadi sombong, merasa paling kuasa,merasa paling hebat, di dalam segala hal. Cabang nafsu ini adalah ia pemarah, pembenci, tidak suka mendapat saingan dari mana pun datangnya. Nah ... jagalah diri kita dari perasaan dan sifat negatif dari nafsu Amarah. Arahnya lebih kepada sifat INGIN KUASA/ Saat Ruku' = Lam Ajarannya " .... Jagalah Dirimu dari Yang Ruku/Yang Datar di dalam Yang Ruku/Datar di dalam diri kita? Nafsu Lawamah/Aluawah yang dilambangkan seperti Angin. Cobalah simak Angin, unsur yang satu ini selalu ingin nya mengarah ke segala arah, tidak pernah bisa diam, karena memang Angin itu kebalikannya Tanah, he-he-he. Mirip Api kebalikannya Air bukan!? Angin yang jalannya mendatar itu kalau dihadang oleh sesuatu benda, maka ia akan berbelok, baik melalui kiri-kanan atau atas-bawah benda itu. Gayanya Ia selalu ingin mengisi seluruh ruangan. Kalau bisa seluruh ruangan itu isinya dia ini dalam diri kita tampil pada sifat Serakah/Rakus, terutama kalau dalam ketubuhan kita adalah nafsu lapar inginnya makan melulu. Kalau di luar ketubuhan kita adalah nafsu ingin menguasai ada pula sifat positifnya ia RAJIN selalu ada di Saat Sujud = Mim Ajarannya "..... Jagalah Dirimu dari Yang Tunduk di dalam Yang Tunduk di dalam diri kita? Nafsu Sufiah/Supiyah yang dilambangkan seperti Air. cobalah simak Air, unsur yang satu ini selalu inginnya mengarah ke bawah kebalikan dari Api. Ia selalu mengalah saja, dilandasi oleh sifat Kasih Sayang yang dominan dalam dirinya. Positifnya sifat mengalah ini adalah MENGALAH, namun negatifnya adalah pengumbaran rasa Kasih Sayang yang salah arah, sehingga mengumbar nafsu birahinya sampai di luar batas. "Jajan ke mana-mana, padahal sudah punya istri". Ajarannya adalah pengendalian terhadap nafsu BIRAHI kita, harus kita kendalikan sekuat mungkin, baik terhadap istri kita sendiri, tubuh kita sendiri tidak onani, apalagi kalau diumbar kepada orang lain, walau pun sama-sama suka. Larangan Allah dalam Islam sesungguhnya lebih berat dari yang dibolehkan, yakni Jangan Dekati Zina, bukan saja Jangan Saat Duduk = Dal maafkan kalau huruf Dal dilatinkan jadi salah penulisannya!. Ajarannya "..... Jagalah Dirimu dari Yang Duduk/Yang Diam di dalam Yang Diam di dalam diri kita? Nafsu Muthmainah yang dilambangkan seperti Tanah. Cobalah simak Tanah, unsur yang satu ini selalu inginnya DIAM/sabar. Kelewat sabar sampai dikerjain seperti apapun ia tetap bisa SABAR/Diam saja. Coba simak Tanah, sudah dipacul, diinjak-injak tetap diam saja, selalu NERIMO,Tenaga Sabar dan Pasrahnya bukan main hebatnya, sehingga nafsu ini disebut dalam Al-Qur'an sebagai Nafsu Yang Tenang/Jiwa Yang Tenang, padahal harusnya tenang kalau sudah Kenal Allah. Kadang disebut sebagai Nafsu pemersatu, karena ialah yang dapat menyatukan semua nafsu di dalam diri kita, wallahu 'alam! Negatifnya apabila seseorang dikuasai oleh nafsu Muthmainah yang berlebihan adalah MALAS. Malas bekerja, Malas belajar, Malas Shalat dan malas yang lain-lain semua nafsu yang dilambangkan dengan empat unsur pembentuk kejadian Manusia ini,saling menolak dan membantu. Oleh sebab seorang Manusia dijadikan dari Tanah, Angin,Air dan Api, maka kita selalu akan membutuhkan ke empat unsur ini dalam hidup harus makan dari hasil Tanah, kita harus menghirup Udara dalam bernapas, kita amat perlu Air, kita amat perlu akan sinar matahari dan api untuk memasak ke empat nafsu ini pun saling menaklukkan satu dengan lainnya, maka karenainilah timbul konsep dalam Tasawuf Sang Ruh itu adalah Laki-Lakinya, sedang Jasad itu yang dikuasai oleh ke empat nafsu adalah Perempuannya. Esensinya adalah Ruh kita harus mampu menguasai-mengendalikan Nafsunya yang Empat yang diibaratkan 4 orang Manusia baik lelaki dan perempuan di dalam dirinya ada unsur RUH yg dilambangkan Pria/Laki-Laki yang memimpin Nafsu ada 4 yang dilambangkan Wanita/ di sini Sang Ruh harus adil artinya ia mampu memadukan menaklukkan keempatnafsu-nafsu di dalam dirinya. Jadi bukan dalam arti Lahiriah seorang Pria memimpin Wanita sehingga seorang istri harus tunduk bongko'an kepada suaminya. Itu penafsiran yang salah! Yang benar adalah SANG RUH ITU MEMIMPIN KE EMPAT NAFSUNYA DENGANADIL, sesuai dengan ayat dalam Al-Qur'an yang bunyinya sebagai berikut "... Kawinilah perempuan-perempuan yang kamu sukai, dua, tiga dan empat, tetapi kalaukamu kuatir tidak dapat berlaku adil, hendaklah satu saja, itu lebih dekat kepada kelurusan".Pengertian ayat di atas ini lebih sering dipakai oleh orang-orang yang mementingkan nafsu lahiriahnya di bidang berahi untuk membolehkan mengawini perempuan sebanyak empat orang bahkan ada yang sampai sembilan orang. Wong adil terhadap satu orang istri saja kita belum tentu mampu, sok kawin empat atau lebih perempuan, he-he-he sungguh menggelikan dan kelewat batas, kita sebagai manusia ini!
aluamah amarah supiah mutmainah